Tips & Trik Merawat Rumah Kontrakan Anda Agar Tetap Bagus, Hunian Sehat, Uang Jaminan Kembali Utuh!
Tinggal di rumah kontrakan memang punya tantangan tersendiri. Antara ingin membuatnya senyaman mungkin, tapi di sisi lain kita harus ekstra hati-hati karena itu bukan rumah pribadi. Sering kali, masalah muncul saat waktu kontrak habis: dinding bolong bekas paku, lantai kusam, atau keran mampet. Akibatnya, uang jaminan bisa dipotong bahkan hangus.
Tenang, merawat rumah kontrakan agar tetap bagus tidak sesulit yang dibayangkan. Dengan sedikit ketelatenan dan trik sederhana, kamu bisa tinggal nyaman dan uang jaminan pun aman. Berikut tips lengkapnya!
1. Solusi Cerdas Memasang Hiasan Dinding: Bukan Paku Biasa!
Masalah paling klasik adalah lubang bekas paku atau sekrup. Pemilik rumah biasanya tidak suka dinding yang bolong-bolong.
Gunakan perekat alternatif: Untuk hiasan ringan seperti poster atau foto, gunakan blue tack atau selotip kertas (washi tape) yang mudah dilepas.
Lem kait: Untuk gantungan handuk atau jam dinding ringan, gunakan kait perekat (3M Command Hook). Saat dilepas, tarik perlahan sesuai petunjuk agar lem tidak merusak cat.
Paku cadangan: Jika terpaksa harus memaku (misal untuk rak berat), minta izin dulu ke pemilik kontrakan. Saat pindah, tutup lubang dengan dempul tembok yang mudah ditemukan di toko bangunan.
2. Jaga Sirkulasi Udara: Cegah Dinding Lembab dan Bau
Dinding yang lembab bisa menyebabkan cat mengelupas dan timbul bau apek. Di kontrakan, ini sering terjadi karena ukuran ruangan yang terbatas.
Buka jendela setiap pagi: Biarkan udara segar masuk dan sinar matahari membunuh kuman.
Atur posisi furnitur: Jangan menempelkan lemari atau sofa terlalu rapat ke dinding. Beri jarak 5-10 cm agar udara bisa bersirkulasi dan mencegah dinding belakang lemari berjamur.
Gunakan kapur gantung: Di ruangan yang minim cahaya seperti kamar mandi kontrakan, gantungkan beberapa bungkus kapur tulis dalam kantong kain. Kapur efektif menyerap kelembaban berlebih.
3. Perawatan Kamar Mandi: Anti Kerak dan Mampet
Kamar mandi adalah area paling kritis. Kerak air dan rambut tersumbat sering jadi biang kerok pemotongan deposit.
Anti kerak rutin: Semprotkan campuran cuka dan air (1:1) ke lantai dan dinding kamar mandi seminggu sekali. Diamkan 10 menit, lalu sikat. Ini mencegah penumpukan kerak sabun dan air.
Solusi saluran mampet: Pasang strainer (saringan kawat) di lubang pembuangan untuk menangkap rambut. Buang rambut yang tersangkut setiap selesai mandi, jangan sampai masuk ke pipa.
Bersihkan kloset: Gunakan campuran baking soda dan cuka untuk membersihkan noda membandel di kloset tanpa merusak permukaan keramik.
4. Rawat Lantai Sesuai Jenisnya
Perlakuan lantai kontrakan bisa berbeda-beda, ada yang keramik, vinyl, atau semen ekspos.
Lantai keramik: Pel dengan air campuran pewangi lantai, tapi pastikan tidak terlalu basah agar nat (garis sela keramik) tidak cepat berlumut. Keringkan dengan kain pel kering atau biarkan terbuka agar cepat kering.
Lantai vinyl: Jangan gunakan sikat keras atau sabun yang terlalu kasar. Cukup pel dengan air hangat dan sabun lembut. Lap segera jika ada tumpahan air agar vinyl tidak menggelembung.
Sapu setiap hari: Debu dan pasir yang menempel jika digesek terus menerus bisa membuat lantai tergores dan kusam.
5. Perhatikan Area Dapur: Jangan Biarkan Lemak Menumpuk
Dapur adalah jantung rumah, tapi juga sumber masalah terbesar. Lemak yang mengeras bisa merusak keramik dan wastafel.
Bersihkan sehabis masak: Jangan tunda mencuci piring dan membersihkan kompor. Lemak dingin lebih susah dibersihkan daripada lemak panas.
Hijaukan wastafel: Untuk menjaga wastafel stainless steel tetap kinclong, gosok dengan belahan jeruk nipis atau lemon. Selain mengilapkan, juga menghilangkan bau.
Pasang penghisap asap sederhana: Jika kontrakan tidak punya exhaust fan, usahakan masak di dekat jendela dan pasang kipas angin yang diarahkan ke luar untuk mengurangi minyak yang menempel di dinding.
6. Cek dan Rawat Instalasi Listrik
Keamanan adalah prioritas. Kerusakan instalasi listrik tidak hanya berbahaya, tapi juga bisa merugikanmu.
Hindari colokan bertumpuk (T): Stop kontak di kontrakan biasanya terbatas. Jika menggunakan terminal listrik, pastikan tidak melebihi daya maksimal.
Laporkan segera: Jika ada keran bocor, kloset mampet, atau lampu mati, segera laporkan pada pemilik kontrakan. Biarkan profesional yang memperbaiki. Jangan “main bongkar” sendiri karena bisa jadi masalah baru dan tanggung jawabmu.
7. Lakukan “Inspeksi” Rutin Bulanan
Luangkan waktu sebulan sekali untuk memeriksa kondisi rumah secara menyeluruh.
Apakah ada retak rambut di dinding?
Apakah ada suara tetesan air dari keran?
Apakah ada rayap di furnitur?
Dengan mendeteksi dini, kerusakan kecil bisa segera diatasi sebelum menjadi besar dan mahal.
Kesimpulan
Merawat rumah kontrakan pada dasarnya adalah tentang kesadaran dan ketelatenan. Anggaplah kontrakanmu sebagai “rumah kedua” yang layak dirawat. Dengan menerapkan tips di atas, kamu tidak hanya mendapatkan tempat tinggal yang nyaman dan sehat, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan pemilik kontrakan. Bonusnya, uang jaminanmu pun aman untuk modal pindah atau kebutuhan lainnya!
Yuk, mulai rawat kontrakanmu dari sekarang!





