Pasang Iklan Gratis

Temukan solusi kontrakan sekarang juga !! di kontrakrumah.com Bingung cari rumah kontrakan anda ? kontrakrumah.com. solusinya
Kolom Pencarian
kami menemukan 0 hasil

Hasil pencarian Anda

Mengapa Sewa Rumah Bersama Teman Bisa Lebih Hemat

Diposting oleh Jackson pada 18 Februari 2026
| 0

Mengapa Sewa Rumah Bersama Teman Bisa Lebih Hemat? Ini Hitungannya!

Living together, saving together: solusi cerdas anak kost yang pengin hidup lebih layak tanpa bikin kantong jebol


Halo, para perantau tangguh!

Pernah nggak sih kamu merasa galau setiap awal bulan? Uang kiriman atau gaji baru masuk, tapi sebagian besar sudah harus dialokasikan untuk bayar sewa kamar kost yang ukurannya cuma 3×3 meter? Belum lagi kalau kamu pengin tinggal di tempat yang lebih layak—kamar lebih luas, lokasi strategis, ada dapur sendiri—tapi budget pas-pasan banget.

Nah, mungkin ini saatnya kamu mempertimbangkan opsi yang satu ini: sewa rumah bersama teman atau biasa disebut ngekost bareng dalam skala lebih besar.

Banyak anak rantau yang mulai beralih dari kost-kostan ke rumah kontrakan bersama. Selain lebih nyaman, ternyata secara finansial jauh lebih masuk akal. Penasaran kenapa dan seberapa besar penghematannya? Yuk, kita bedah tuntas!

 

 


1. Hitung-hitungan Matematika: Jauh Lebih Murah per Orang

Ini alasan paling utama dan paling rasional. Mari kita buat simulasi sederhana di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung.

Skenario A: Sewa Kamar Kost

  • Harga kost standar (kamar mandi dalam, listrik termasuk): Rp 1.500.000 – Rp 2.000.000/bulan

  • Luas kamar: 3×3 meter (9 m²)

  • Fasilitas: Kasur, lemari, meja belajar (seadanya), kamar mandi dalam

  • Listrik: Biasanya sudah include tapi dengan batasan (AC sering dikenakan biaya tambahan)

  • Dapur: Umum (berbagi dengan banyak orang) atau tidak ada

Skenario B: Sewa Rumah Bareng 3-4 Orang

  • Harga sewa rumah sederhana di lokasi strategis: Rp 5.000.000 – Rp 7.000.000/bulan

  • Dibagi 4 orang: Rp 1.250.000 – Rp 1.750.000/orang

  • Luas per orang: Kamar tidur pribadi (3×3 atau lebih) + ruang tamu + dapur + ruang makan + kamar mandi bersama

  • Fasilitas: Rumah lengkap dengan ruang bersama

Hasilnya? Dengan harga yang kurang lebih sama atau bahkan lebih murah, kamu mendapatkan fasilitas dan ruang gerak yang jauh lebih luas dan berkualitas!


2. Tagihan Listrik, Air, dan Internet Bisa Dishare

Inilah keuntungan besar yang sering luput dari perhitungan. Di kost, biasanya listrik dihitung flat atau dengan batasan tertentu. Kalau kamu pakai AC atau laptop seharian, bisa kena charge tambahan yang lumayan.

Di rumah kontrakan:

  • Listrik: Dibagi rata sesuai pemakaian. Kalau kamu tipe orang yang lebih sering di luar, kamu bisa mengusulkan sistem pembagian proporsional. Tapi umumnya, pembagian rata tetap lebih murah daripada bayar listrik sendiri di kost.

  • Air: Sama seperti listrik. Bayar air berdua/bertiga pasti lebih murah daripada kalau ditanggung sendiri.

  • Internet: Pasang WiFi bersama, bagi rata per orang. Jauh lebih murah dan lebih cepat daripada mengandalkan kuota data sendiri.

Estimasi:

  • Listrik+Air: Rp 500.000 – Rp 800.000/bulan (dibagi 4 = Rp 125.000 – Rp 200.000/orang)

  • Internet: Rp 350.000/bulan (dibagi 4 = Rp 87.500/orang)

Total utilitas per orang: sekitar Rp 212.000 – Rp 287.500/bulan.
Bandingkan kalau di kost yang biasanya charge listrik tambahan bisa sampai Rp 200.000 – Rp 400.000 sendiri!


3. Bisa Masak Sendiri = Hemat Pengeluaran Makan

Ini dia jurus penghematan paling jitu! Di rumah kontrakan, kamu punya dapur lengkap yang bisa dipakai masak setiap hari. Sedangkan di kost, fasilitas dapur biasanya terbatas, kotor, atau bahkan tidak ada, sehingga kamu terpaksa beli makanan di luar.

Hitung-hitungan Makan:

Makan di luar (warung/resto):

  • Sarapan: Rp 10.000 – Rp 15.000

  • Makan siang: Rp 15.000 – Rp 20.000

  • Makan malam: Rp 15.000 – Rp 20.000

  • Total per hari: Rp 40.000 – Rp 55.000

  • Total per bulan: Rp 1.200.000 – Rp 1.650.000

Masak sendiri (dengan belanja bulanan bersama):

  • Belanja bahan makanan seminggu (untuk 4 orang): Rp 400.000 – Rp 500.000 (sudah termasuk lauk, sayur, bumbu)

  • Per orang per minggu: Rp 100.000 – Rp 125.000

  • Total per orang per bulan: Rp 400.000 – Rp 500.000

Penghematan: Rp 800.000 – Rp 1.150.000 per bulan! Angka yang sangat signifikan, kan?

Bahkan kalau kalian tetap sesekali jajan di luar, pengeluarannya tetap jauh lebih terkontrol karena kebutuhan pokok sudah terpenuhi dari masakan rumah.


4. Bisa Beli Perlengkapan Rumah Secara Patungan

Kebutuhan rumah tangga seperti kulkas, mesin cuci, kompor gas, rice cooker, hingga perlengkapan mandi dan kebersihan bisa dibeli secara patungan. Ini barang-barang yang pasti kamu nggak punya kalau tinggal di kost sendiri, atau punya pun seadanya.

Contoh:

  • Kulkas 2 pintu: Rp 3.000.000 (dibagi 4 = Rp 750.000 per orang) – investasi sekali, bisa dipakai bertahun-tahun

  • Mesin cuci: Rp 2.500.000 (dibagi 4 = Rp 625.000 per orang)

  • Kompor gas + tabung: Rp 500.000 (dibagi 4 = Rp 125.000 per orang)

  • Perlengkapan dapur dan alat masak: Rp 1.000.000 (dibagi 4 = Rp 250.000 per orang)

Total investasi awal per orang sekitar Rp 1.750.000 untuk memiliki rumah yang fully furnished. Jauh lebih murah daripada beli sendiri atau menyewa kost yang sudah furnished dengan harga selangit.


5. Biaya Transportasi Bisa Dihemat dengan “Carpool”

Kalau kalian satu kost dan kebetulan bekerja atau kuliah di lokasi yang berdekatan atau satu arah, kalian bisa melakukan carpool atau nebeng bareng. Ini menghemat biaya bensin atau transportasi online.

Misalnya:

  • Ongkos transportasi sendiri: Rp 20.000/hari x 22 hari kerja = Rp 440.000/bulan

  • Dengan carpool (patungan bensin): cukup Rp 10.000/hari = Rp 220.000/bulan

Penghematan: Rp 220.000/bulan. Lumayan buat jajan atau ditabung!


6. Ada Sistem Dapur Umum: Belanja Bahan Massal Lebih Murah

Salah satu rahasia ibu rumah tangga dalam berhemat adalah belanja bahan makanan dalam jumlah besar. Ini juga bisa kalian terapkan! Beli beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, telur 1 papan, sabun, deterjen, dan lain-lain secara grosir atau di pasar tradisional akan jauh lebih murah per unitnya daripada beli eceran.

Bahkan kalian bisa membuat iuran kas bulanan untuk kebutuhan pokok bersama (beras, minyak, gula, kopi, teh, bumbu dapur). Ini mengurangi beban belanja harian dan membuat pengeluaran lebih terprediksi.


7. Ada yang Jaga Rumah Kalau Pergi

Tinggal sendiri di kost, kalau kamu pergi lama (mudik atau liburan), kamarmu kosong melompong. Rawan pencurian, rawan juga ada barang yang rusak tanpa sepengetahuanmu.

Dengan tinggal bersama teman, selalu ada yang di rumah. Kalau kamu pergi, ada teman yang bisa bantu:

  • Nampakin paket atau barang belanjaan online.

  • Kasih makan kucing peliharaanmu.

  • Sekedar memastikan rumah tetap aman.

  • Menyiram tanaman.

Tenang pikiran = kualitas hidup meningkat!


8. Beban Pikiran Terbagi, Lebih Betah di Rumah

Ini manfaat non-materi yang nggak ternilai harganya. Pulang ke rumah yang ada temannya, ada yang bisa diajak ngobrol, nonton bareng, atau sekedar makan malam bersama, itu jauh lebih menyenangkan daripada pulang ke kamar kost yang sepi.

  • Support system: Ada tempat berbagi cerita suka duka.

  • Keamanan psikologis: Nggak merasa sendirian di tanah rantau.

  • Produktivitas: Bisa belajar atau kerja bareng, saling mengingatkan.

Rumah jadi terasa seperti… rumah beneran!


Tapi… Ada Hal yang Perlu Diperhatikan

Tentu saja, tinggal bersama teman juga punya tantangan tersendiri. Biar hidup bareng tetap harmonis, perhatikan hal-hal ini:

1. Pilih Teman dengan Bijak

Bukan berarti teman baik di luar pasti cocok jadi teman sekontrakan. Pilih yang punya gaya hidup, kebiasaan, dan pola pikir yang sejalan. Diskusikan hal-hal mendasar:

  • Kebiasaan bangun tidur (yang suka begadang vs yang suka tidur awal).

  • Kebersihan (yang rapi vs yang agak berantakan).

  • Kebiasaan merokok atau tidak.

  • Pekerjaan/jadwal harian.

2. Buat Kesepakatan Tertulis

Nggak perlu kontrak resmi, tapi setidaknya ada catatan kesepakatan bersama:

  • Pembagian biaya sewa dan utilitas.

  • Jadwal piket kebersihan.

  • Aturan tamu (boleh menginap atau tidak, sampai jam berapa).

  • Aturan penggunaan barang bersama.

  • Prosedur jika ada yang ingin keluar dari kontrakan sebelum masa sewa habis.

3. Siapkan Dana Darurat Bersama

Sebaiknya kalian sepakat untuk mengumpulkan sedikit dana darurat yang bisa dipakai kalau tiba-tiba ada kerusakan di rumah (bocor, AC rusak, dll) atau keperluan mendadak lainnya. Ini menghindari ribut-ribut kecil saat harus keluar uang dadakan.

4. Komunikasi Itu Nomor Satu

Kalau ada masalah, selesaikan dengan bicara baik-baik. Jangan dipendam, nanti jadi bom waktu. Sampaikan keluhan dengan cara yang sopan dan solutif. Ingat, kalian memilih tinggal bersama karena ingin saling menguntungkan, bukan menyusahkan.


Studi Kasus Nyata: Perbandingan Pengeluaran Bulanan

Biar lebih jelas, mari kita buat perbandingan total pengeluaran seorang anak rantau di Jakarta.

Pos Pengeluaran Tinggal di Kost (Sendiri) Tinggal di Rumah (Bareng 4 Orang)
Sewa Tempat Rp 1.800.000 Rp 1.500.000
Listrik & Air Rp 300.000 (dengan batasan) Rp 200.000
Internet Rp 150.000 (kuota sendiri) Rp 87.500
Makan Rp 1.500.000 (beli di luar) Rp 500.000 (masak sendiri)
Transportasi Rp 440.000 Rp 220.000 (carpool)
Total per Bulan Rp 4.190.000 Rp 2.507.500

Selisih: Rp 1.682.500 per bulan!

Dalam setahun, kamu bisa menghemat Rp 20.190.000. Lumayan buat liburan, investasi, atau ditabung buat modal pulang kampung pas Lebaran!


Kesimpulan: Apakah Sewa Rumah Bersama Teman Layak?

Jawabannya: SANGAT LAYAK, asalkan kamu memilih teman yang tepat dan membuat aturan main yang jelas.

Sewa rumah bersama teman bukan cuma soal berhemat. Ini soal menciptakan lingkungan hidup yang lebih manusiawi di tengah kerasnya kehidupan perantauan. Kamu punya ruang gerak lebih luas, fasilitas lebih lengkap, support system yang ada setiap hari, dan yang terpenting: pengeluaran bulanan yang lebih terkontrol.

Di zaman di mana biaya hidup terus naik, survive di kota besar butuh strategi cerdas. Dan salah satu strategi paling jitu adalah hidup bersama yang saling menguntungkan.

Jadi, sudah siap ngajak sahabatmu untuk hunting rumah kontrakan bareng? Jangan lupa diskusi matang-matang ya, dan semoga hidup merantaumu makin nyaman dan hemat!


Punya pengalaman tinggal bareng teman? Atau malah punya cerita horror-nya? Share di kolom komentar, yuk! Siapa tahu bisa jadi pelajaran berharga buat yang lain.

Tinggalkan Balasan